Container Icon

Suka Pelangi Saya?

Showing posts with label rEnUngAn bErsAmA*. Show all posts
Showing posts with label rEnUngAn bErsAmA*. Show all posts

Man jadda wajada

~ sns cerita tentang ~
Assalamua'laikum wbt

A : Aim (Died in Husnul Khotimah : end of a good life)
D : Determination (Don't give up but Strive and marching towards it)
A : Ambitious (in 5years : An educated Solehah wife to beloved husband, a good mother & daughter, a better woman and successful worker)
T : Time (Tawakal, du'a..du'a..time will tell and answer)

I am not very good in English but I just wanna try to write this entry in English :). My sharing for this time is all about something that inspired me plus still inspiring me. Yes, my brain is working to think and non stop day dreaming, indeed I love to 'berangan' ;p but alhamdulillah I had what I wanted in Allah's plans regardless in 'on-the-spot' way or later but still Allah grants me my dreams at the right time. I feel so ashamed of myself for not being a good khalifah / slave to HIM but I try and keep on trying to be better day after day InshaALLAH.

Homeless To Harvard
(Dari merempat tidak berumah ke menara gading)

I watched this movie when I was very disappointed of unsuccessful to enter university due to unprocessed UPU's form. With 6As in SPM, cant go to any university was such ashamed (my fault cause rejected entering matriculation at first offer came). And biiznillah (with Allah's will), I am a Physiotherapist now and its beyond my expectation :). Truly the best of planners is Allah.

Homeless To Harvard is based on an incredible true story of Lizz Murray. She is an American inspirational speaker who is best known as having been homeless in her youth, and as having overcome her hardship to achieve success. Murray was born in the Bronx, New York on September 23, 1980 to poor, and drug-addicted parents who would later each contract HIV. She became homeless just after she turned 15, when her mother died of AIDS, and her father moved to a homeless shelter. Murray's life turned around when she began attending the Humanities Preparatory Academy in Chelsea, Manhattan.Though she started high school later than most students, and remained without a stable home while supporting herself and her sister, Murray graduated in only two years.

She was awarded a New York Times scholarship for needy students and was accepted into Harvard University, matriculating in the fall semester of 2000. She left Harvard in 2001 to care for her sick father and to start motivational speaking; she resumed her education at Columbia University to be closer to him. According to her book Breaking Night, her older sister, Lisa, graduated from Purchase College in New York State and is a school teacher for autistic children. In late 2006, her father died of AIDS.

She eventually returned to Harvard in 2006 and graduated in June 2009. As of August 2009, she had begun taking graduate courses at Harvard Summer School and would like to earn a doctorate in clinical psychology to counsel people from all walks of life. She is the founder and director of Manifest Living, a company that provides a series of workshops that empower adults to create the extraordinary things in their lives.
[Preferences : Wikipedia]

Murray with her 'Breaking Night Book'
(A memoir of forgiveness, survival and my journey from homeless to Harvard)

Some of Murray's Quote
“I need to take advantage of life right now. If I don't, it will pass me by. It's just that easy.”

“In the years ahead of me, I learned that the world is actually filled with people ready to tell you how likely something is, and what it means to be realistic. But what I have also learned is that no one, no one truly knows what is possible until they go and do it.”

“‎'Homeless person or business person, doctor or teacher, whatever your background may be, the same holds true for each of us: life takes on the meaning that you give it.”


About the book 'Breaking Night'


This is the movie of Homeless To Harvard
(The rest of video, please search in Youtube :)

If we think our life is unlucky, unhappy and worse, yet actually there are many many many people out there wanted to be like you and even worsen than you. Be grateful and at the same time, improve our self in our way with our capability. Do not pressure yourself with demanding of other people but manage and put your target to be successful. The most important thing is our first aim is MARDHATILLAH. Take a very good care relationship with ALLAH, inshaALLAH He'll grant you WHAT YOU NEED at the RIGHT TIME.

Note : For truly with hardship comes ease; truly with hardship comes ease. (Surat al-Inshirah: 5-6)

JH : Dear Future Husband (whoever you are) ; Hope you can be one of my inspiration because my heart is fluctuation of strength :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tidak terkenal di bumi tapi sangat TERKENAL di langit

~ sns cerita tentang ~
Assalamua'laikum wbt

Sangat tak produktif dan tak berkualiti hujung minggu ni. Banyak terperap dalam bilik, banyak tidur (ya sangat lama dan bangun sekadar solat dan lakukan sedikit kerja-kerja di dalam bilik) membuatkan saya tak larat nak naik ke dapur. Demam yang tak berapa nak demam tapi takda selera makan. Hm, abaikan sajalah. Ni pun dah terjaga sekitar 12.30am tadi dan baru usai solat dan mengaji. Teringat pula kisah Uwais Al-Qarni. Namanya disebut di langit serta ketaatannya kepada ibunya sangat terkesan di hati. Mari saya kongsi kisahnya.
Semoga terkesan di hati para pembaca juga :)

Uwais Al-Qarni

Ada seorang pemuda bermata biru, berambut keperangan, bahunya lebar dan berpenampilan cukup tampan, hidup pada zaman Rasulullah SAW. Beliau yang berkulit kemerah-merahan selalu menundukkan dagunya memerhatikan tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, seorang yang mahir membaca al-Quran dan selalu menangis. Pakaiannya hanya dua helai yang sudah kusut. Satu untuk menutup badan dan yang satu lagi sebagai selendang. Tiada orang yang menghiraukan, dan tidak dikenali oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.

Tetapi seandainya dia berdoa, pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil dan disuruh masuk ke syurga, dia dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin kepadanya untuk memberi syafa’at sejumlah kabilah Rabi’ah dan kabilah Mudhar.Semua akan dimasukkan ke syurga tanpa seorangpun yang ketinggalan kerananya. Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Ia tak dikenal kebanyakan orang, ia juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai pengemis, pencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.

Seorang fuqaha’ negeri Kuffah, kerana ingin duduk bersamanya, cuba memberinya hadiah dua helai pakaian, tetapi tidak berbaloi kerana hadiah pakaian tadi diterimanya tetapi dikembalikan olehnya seraya berkata: “Aku khuatir, nanti ada orang menuduhku, dari mana aku dapatkan pakaian itu, kalau bukan dari mengemis pasti dari hasil curian”.

Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tidak mempunyai keluarga, kecuali hanya ibunya yang telah terlalu tua dan lumpuh. Penglihatannya pula sudah kabur. Untuk mencukupi kehidupan sehariannya, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekadar menampung kehidupan sehari bersama si ibu. Bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu jiran tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.Kesibukannya sebagai penggembala kambing dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.

Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur dan mulia. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, kerana selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Ramai di antara jiran tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengar ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung. Sekembalinya mereka ke Yaman, mereka memperbaharui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.

Alangkah sedihnya hati Uwais setiap kali melihat jiran tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum berkesempatan.Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengannya. Tetapi apakan daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah ibunya yang jika ia pergi, tiada orang yang akan menjaganya.

Di khabarkan, ketika terjadi perang Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Khabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada Rasulullah SAW, sekalipun ia belum pernah melihatnya. Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu dengan Rasulullah tidak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, bilakah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah baginda dari dekat ? Tetapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat memerlukan penjagaannya dan tidak boleh ditinggal bersendirian. Hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa.

Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SAW di Madinah. Si-ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memahami perasaan Uwais, lalu berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”. Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tidak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada jiran tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.

Sesudah berpeluk cium dengan ibunya, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang jaraknya lebih kurang empat ratus kilometer dari Yaman. Laluan perjalanan yang begitu mencabar ditempuhinya, tidak peduli kepada perompak dan penyamun, bukit yang curam, padang pasir yang begitu panas, seluas dan sejauh mata memandang dan dapat menyesatkan, dan apabila malam ia menjadi begitu sejuk. Semua itu tiada menjadi hal baginya asalkan dapat bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras rupa baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya.

Akhirnya tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Beliau segera ia menuju ke rumah Nabi SAW, diketuknya pintu rumah, sambil mengucapkan salam. Keluarlah Sayyidatina Aisyah RA sambil menjawab salam Uwais. Uwais bersegera menanyakan Nabi yang ingin ditemuinya. Namun ternyata baginda SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk bertemu Rasulullah tetapi yang dirindukannya tidak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kepulangan Nabi SAW dari medan perang. Tetapi, bilakah baginda akan pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus lekas pulang”. Kerana ketaatan kepada ibunya, pesanan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemahuannya untuk menunggu dan bertemu dengan Nabi SAW. Ia akhirnyam, dengan terpaksa memohon keizinan kepada Sayyidatina Aisyah RA untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya mengirimkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan terharu.

Sekembalinya dari medan perang, Nabi SAW terus menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahawa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar kata-kata Rasulullah SAW tersebut, Sayyidatina Aisyah RA. dan para sahabatnya tercengang. Menurut maklumat Sayyidatina Aisyah RA, memang benar ada orang yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman, kerana ibunya sudah tua dan sakit-sakit sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Rasulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengannya (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah tapak tangannya.” Sesudah itu baginda memandang kepada Sayyidina Ali dan Sayyidina Umar RA. dan bersabda : “Suatu hari nanti, apabila kamu bertemu dengannya, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”.

Hari demi hari, minggu berganti bulan dan tahun terus berlalu. Tidak lama kemudian Nabi SAW wafat, sehingga ke zaman khalifah Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq RA. dan zaman Khalifah Umar RA. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan sayyidina Ali untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap kali jika ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka. Di antara kafilah-kafilah itu ada yang merasa hairan, apakah sebenarnya yang terjadi sehingga seorang khalifah begitu sebok mencari-cari orang yang bernama Uwais ini. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.

Suatu ketika, Uwais al-Qarni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, lantas khalifah Umar Sayyidina Ali mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahawa memang ada seorang yang bernama Uwais bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawapan itu, mereka berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qarni. Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Sayyidina Ali memberi salam. Namun rupa-rupanya Uwais sedang melaksanakan solat. Setelah mengakhiri solatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabat, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditapak tangannya sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar ! Dia penghuni langit. Lalu mereka bertanya kepadanya, "Siapakah nama saudara ? “Abdullah”, jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabat itu pun tertawa dan mengatakan : “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?” Uwais kemudian berkata: “Nama saya Uwais al-Qarni”. Dalam perbualan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang ketika itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali . memohon agar Uwais berkenan mendoakan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah, “Sayalah yang harus meminta doa dari kalian”. Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata: “Kami datang ke sini untuk mohon doa dan istighfar dari anda”. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qarni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdoa dan membacakan istighfar.

Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbang wang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan lembut sambil berkata : “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi”.

Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar lagi beritanya. Tetapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan ditolong oleh Uwais. "Waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin taufan bertiup dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghentam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di sudut kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan solat di atas air. Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu." Ujar lelaki tersebut

“Wahai waliyullah,” Tolonglah kami !” tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi,” Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!”Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata: “Apa yang terjadi ?” “Tidakkah engkau melihat bahawa kapal ini dibadai angin dan dihentam ombak ?”tanya kami. “Dekatkanlah diri kalian pada Allah !“katanya. “Kami telah melakukannya.” “Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrahmaanirrahiim!” Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di situ. Pada ketika itu jumlah kami lima ratus orang lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan kapal dan segala muatannya tenggelam ke dasar laut. Lalu orang itu berkata pada kami ,”Tak mengapa harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat”. “Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? “Tanya kami. “Uwais al-Qarni”. Jawabnya dengan singkat.

Kemudian kami berkata lagi kepadanya, “Sesungguhnya harta yang ada di kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir.” “Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?” tanyanya.”Ya,”jawab kami. Orang itu pun melaksanakan solat dua rakaat di atas air, lalu berdo’a. Setelah Uwais al-Qarni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membahagi bahagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tiada seorangpun yang tertinggal.

Beberapa waktu kemudian, tersebarlah berita bahawa Uwais al-Qarni telah kembali ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah ramai orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke perkuburan, luar biasa ramainya orang yang berebut rebut untuk mengusungnya. Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan,
“Ketika aku ikut serta mengurus jenazahnya sehingga aku pulang dari mengantar jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat perkuburannya tetapi ternyata tanda pada kuburannya sudah hilang sehingga tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan Sayyidina Umar r.a.)

Meninggalnya Uwais al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat menghairankan. Begitu ramai orang yang tidak dikenali datang untuk mengurus jenazah dan pengkebumiannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya : “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qarni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang
tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala kambing dan unta ? Tapi, ketika hari kematianmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah yang sedemikian ramainya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pengkebumiannya. Baru ketika itulah penduduk Yaman mengetahui siapa “Uwais al-Qarni” Memang ia tak dikenali di bumi tetapi seluruh isi langit mengenalinya.

Kisah ketaatanya kepada ibunya

Suatu hari ibunya memberitahu kepada Uwais bahawa dia ingin sangat untuk pergi mengerjakan haji. Dia menyuruh Uwais supaya mengikhtiarkan dan mengusahakan agar dia dapat dibawa ke Mekah untuk menunaikan haji. Sebagai seorang yang miskin, Uwais tidak berdaya untuk mencari perbelanjaan untuk ibunya kerana pada zaman itu kebanyakan orang untuk pergi haji dari Yaman ke Mekah mereka menyediakan beberapa ekor unta yang dipasang di atasnya “ Haudat ”. Haudat ini seperti rumah kecil yang diletakkan di atas unta untuk melindungi panas matahari dan hujan, selesa dan perbelanjaannya mahal. Uwais tidak mampu untuk menyediakan yang demikian, unta pun dia tidak ada, nak sewa pun tidak mampu.

Ibu Uwais semakin uzur hari demi hari dan berkata kepada anaknya pada suatu hari :
“ Anakku, mungkin ibu dah tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkanlah agar ibu dapat mengerjakan haji. ” Uwais mendapat suatu ilham. Dia membeli seekor anak lembu yang baru lahir dan sudah habis menyusu. Dia membuat sebuah rumah kecil (pondok) di atas sebuah “Tilal” iaitu sebuah tanah tinggi (rumah untuk lembu itu di atas bukit). Apa yang dia lakukan, pada petang hari dia dukung anak lembu untuk naik ke atas “Tilal”. Pagi esoknya dia dukung lembu itu turun dari “Tilal” untuk diberi makan. Itulah yang dilakukannya setiap hari. Ada ketikanya dia mendukung lembu itu mengelilingi bukit tempat dia beri lembu itu makan. Perbuatan yang dilakukannya ini menyebabkan orang kata dirinya gila.

Memang pelik, membuatkan rumah untuk lembu di atas bukit, kemudian setiap hari mengusung lembu, petang bawa naik, pagi bawa turun bukit. Namun sebenarnya jika dilihat di sebaliknya, Uwais seorang yang bijak. Lembu yang asalnya hanya 20kg, selepas enam bulan lembu itu sudah menjadi 100kg. Otot-otot tangan dan badan Uwais pula menjadi kuat hinggakan dengan mudah mengangkat lembu seberat 100kg turun dan naik bukit setiap hari.

Selepas lapan bulan, telah sampai musim haji, rupa-rupanya perbuatannya itu adalah satu persediaan untuk dia membawa ibunya mengerjakan haji. Dia telah memangku ibunya dari Yaman sampai ke Mekkah dengan kedua tangannya. Di belakangnya dia meletakkan barang-barang keperluan seperti air, roti dan sebagainya. Lembu yang beratnya 100kg boleh didukung dan dipangku inikan pula ibunya yang berat sekitar 50kg. Dia membawa (mendukung dan memangku) ibunya dengan kedua tangannya dari Yaman ke Mekah, mengerjakan Tawaf, Saie dan di Padang Arafah dengan senang sahaja. Dan dia juga memangku ibunya dengan kedua tangannya pulang semula ke Yaman dari Mekah.

Setelah pulang semula ke Yaman, ibunya bertanya :
“ Uwais, apa yang kamu doa sepanjang kamu berada di Mekah? ”
Uwais menjawab :“ Saya berdoa minta supaya Allah mengampunkan semua dosa-dosa ibu”.

Ibunya bertanya lagi :“ Bagaimana pula dengan dosa kamu? ”
Uwais menjawab :“ Dengan terampun dosa ibu, ibu akan masuk syurga, cukuplah ibu redha dengan saya maka saya juga masuk syurga. ”

Ibunya berkata lagi :“Ibu nak supaya engkau berdoa agar Allah hilangkan sakit putih (sopak) kamu ini. ”
Uwais berkata :“ Saya keberatan untuk berdoa kerana ini Allah yang jadikan. Kalau tidak redha dengan kejadian Allah, macam saya tidak bersyukur dengan Allah Ta’ala. ”

Ibunya menambah :“ Kalau nak masuk syurga, kena taat kepada perintah ibu, ibu perintahkan engkau berdoa. ”
Akhirnya Uwais tidak ada pilihan melainkan mengangkat tangan dan berdoa. Uwais berdoa seperti yang ibunya minta supaya Allah sembuhkan putih yang luar biasa (sopak) yang dihidapinya itu. Namun kerana dia takut masih ada dosa pada dirinya dia berdoa :
“ Tolonglah Ya Allah! Kerana ibuku, aku berdoa hilangkan yang putih pada badanku ini melainkan tinggalkan sedikit. ”

Allah s.w.t. menyembuhkan serta merta, hilang putih sopak di seluruh badannya kecuali tinggal satu tompok sebesar duit syiling di tengkuknya. Tanda tompok putih kekal pada Uwais kerana permintaannya, kerana ini (sopak) adalah anugerah, maka inilah tanda pengenalan yang disebut Nabi s.a.w. kepada Umar dan Ali.

” Tandanya kamu nampak di belakangnya ada satu bulatan putih, bulatan sopak. Kalau berjumpa dengan tanda itu dialah Uwais al-Qarni. ”

Tidak lama kemudian, ibunya telah meninggal dunia. Dia telah menunaikan kesemua permintaan ibunya. Selepas itu dia telah menjadi orang yang paling tinggi martabatnya di sisi Allah. Sayyidina Umar dan Sayidina Ali dapat berjumpa dengan Uwais dan seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah s.a.w. , mereka meminta supaya Uwais berdoa agar Allah swt. mengampunkan semua dosa-dosa mereka. Ketika Uwais al-Qarni berjumpa Umar dan Ali, dia berkata :“ Aku ini datang dari Yaman ke Madinah kerana aku ingin menunaikan wasiat Nabi kepada kamu iaitu supaya kamu berdua berjumpa dengan aku. ” Maka Uwais pun telah mendoakan untuk mereka berdua.

Rujukan : iLuvislam.com dan artikel di internet

Nota : Moga kita berusaha taat kepada ALLAH, Rasulullah serta ibu dan ayah kita :)

JH : Uwais Mikhail (suka nama ini). Uwais (Pemberian), Mikhail (Malaikat pemberi rezeki.) Cop, jangan curi tau nama ni ;p.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tunang | Khitbah

~ sns cerita tentang ~
Assalamua'laikum wbt

*Tarik nafas dalam-dalam, tenangkan fikiran & hati dan hembus segala udara negatif*
Baiklah, saya berkongsi sedikit tentang isu yang agak 'besar' bagi saya dan saya harap ini dapat membantu pembaca yang berkunjung. Tajuk ni berat untuk saya bincangkan, cuma ini dari beberapa artikel pembacaan saya yang saya rangkupkan sekali. Moga bermanfaat.

"Khitbah" (Bahasa Arab) / "bertunang" (Bahasa melayu) adalah muqaddimah atau permulaan kepada az-zawaj(Bahasa Arab) / nikah atau kahwin (Bahasa Melayu). Sesungguhnya Allah menjadikan khitbah sebagai salah satu dari syariat-syariat / perundangan-perundangan Agama Islam. Apa hikmat, faedah atau kelebihannya??? Kerana khitbah memberi peluang kepada kita semua untuk at-ta'arruf / berkenalan dengan pasangan masing-masing dari segi zahir dan batin sebelum kita bernikah atau berkahwin.

"Khitbah" (bahasa Arab) bererti "bertunang"(bahasa Melayu). "Tafsiran" lafaz atau perkataan "bertunang" ini berbeza mengikut tempat, kawasan, adat dan suasana masyarakat masing-masing. Berbeza di antara negara Malaysia, Singapura, Thailand dan Indonesia. Dan kemungkinan berbeza juga di antara beberapa tempat, adat, suasana serta kawasan-kawasan di dalam negara masing-masing. Contohnya di dalam Indonesia, tafsiran "bertunang" di Medan dan Jakarta berbeza. Di dalam Thailand, tafsiran "bertunang" di Bangkok dan Pattani berbeza. Begitulah seterusnya di tempat-tempat lain.

"Khitbah" di dalam bahasa Arab apabila diterjemah maknanya ke dalam Bahasa Melayu bermakna 'melamar' wanita untuk dijadikan bakal isteri. "Melamar" ini juga bermakna meminta persetujuan pihak wanita untuk menjadi isteri kepada pihak lelaki. Khitbah ini memakan 'masa' berdasarkan kebiasaan atau adat yang masyhur dipegang kawasan, tempat, adat dan suasana masyarakat.

"Khitbah" juga bermakna proses lelaki meminta dari pihak perempuan untuk berkahwin dengan cara-cara atau jalan-jalan yang diketahui masyhur di tempat masing-masing.(Fiqh Assunnah oleh Syed sabiq).

"Khitbah" juga membawa makna menzahir dan mengiklankan kehendak / kemahuan seseorang untuk berkahwin dengan seseorang wanita.(Fatawa Muasoroh oleh Dr. Yusof Al Qardawi). Dr. Yusof Al- Qardawi juga berkata (buku yang sama) bahawa di dalam khitbah / bertunang ini tidak ada "hak" bagi khatib(tunang lelaki) kecuali hak untuk melamar ( to reserve or booking) makhtubah (tunang wanita) semoga pihak lelaki selain darinya tidak datang untuk meminang wanita itu.
[Rujukan : DI SINI]

PERTUNANGAN DI SISI SYARAK

Terbahagi kepada lima cara:
- Lelaki memberitahu hajatnya untuk meminang kepada seorang perempuan secara langsung.
- Lelaki memberitahu hajatnya untuk meminang kepada wali perempuan.
- Menggunakan pihak ketiga untuk meminang.
- Wali menawarkan anak perempuannya kepada seorang lelaki soleh.
- Perempuan menawarkan dirinya sendiri kepada seorang lelaki soleh.

Sekiranya kedua-dua pihak telah bersetuju dan menerima (menggunakan salah satu cara di atas) maka ini adalah sudah dikira bertunang di sisi syarak.

PERTUNANGAN DI SISI ADAT

Kebiasaannya pihak lelaki akan memberikan barang-barang hantaran ke rumah pihak perempuan pada majlis pertunangan yang telah ditetapkan. Kemudian perempuan akan disarungkan cincin di jari manisnya sebagai tanda sudah bertunang. Maka pihak perempuan akan menetapkan dan membincangkan hantaran untuk perkahwinan berdasarkan status seseorang perempuan itu. Dan diakhiri dengan bacaan doa dan sedikit jamuan ringan. Majlis pertunangan ini diadakan selepas kedua-dua pihak bersetuju untuk bertunang selepas merisik.
[Rujukan : DI SINI]

HUKUM MEMINANG TUNANGAN ORANG

Haram meminang atas pinangan orang, iaitu meminang perempuan yang telah diikat dengan tali pertunangan. Hukum ini adalah berdasarkan sabdaan Rasulullah Sallallahu 'alayhi wa sallam yang pernah menyatakan mengenai larangan ini:
Ertinya: Janganlah seorang lelaki meminang perempuan yang telah dipinang oleh saudaranya sebelum perempuan itu ditinggalkan oleh tunang sebelumnya atau jika tunang sebelumnya itu mengizinkan. (Riwayat Bukhari)
Hadis di atas melarang seorang muslim meminang pinangan saudara muslimnya yang lain. Larangan ini dikecualikan jika peminang pertama telah meninggalkan perempuan itu atau jika lelaki pertama telah memberi izin kepada peminang kedua.
Larangan yang terdapat di dalam hadis di atas membawa maksud haram.Dan pengharaman ini bertujuan untuk melindungi hak lelaki pertama.

SYARAT-SYARAT PENGHARAMAN

Menurut al-Khatib al-Syarbini di dalam kitabnya al-Mughni al-Muhtaj bahawa pengharaman meminang atas pinangan orang hanya berlaku dengan syarat-syarat di bawah ini:

Pertama: Peminang yang kedua telah mengetahui bahawa perempuan yang dipinangnya itu telah dipinang oleh lelaki pertama. Atau dengan erti kata yang mudah, lelaki tersebut telah mengetahui bahawa perempuan yang dipinangnya itu adalah tunangan orang.
Seseorang perempuan telah dianggap sebagai tunangan orang secara syarak dengan jawapan setuju menerima yang diberikan oleh pihak perempuan kepada pihak lelaki yang meminang.

Jawapan terima boleh diambil kira oleh syarak bagi pihak perempuan melalui salah seorang sebagaimana dibawah ini:

a) Perempuan itu sendiri, seandainya pengizinannya boleh diambil kira.
b) Wali perempuan yang dipinang seandainya pengizinan perempuan tersebut tidak boleh diambil kira.
c) Perempuan dan walinya jika peminang tidak kufu
d) Sultan, jika perempuan tersebut gila, telah baligh dan ketiadaan bapa serta datuk.
[Rujukan : DI SINI]

"Rahsiakan pertunangan, dan iklankan (maklumkan) perkahwinan."
(Hadis riwayat Ahmad dari Abdullah bin Zubair)

Memetik kata-kata Ustaz Hazrizal di dalam blognya : "Pertunangan adalah suatu komitmen yang belum pasti. Ia mungkin berakhir dengan perkahwinan, boleh juga tamat pada kesudahan yang tidak diharapkan. Namun ulama' menjelaskan bahawa di antara hikmah Islam menggesa pertunangan itu tidak dihebah-hebahkan ialah kerana untuk menjaga nikmat ini daripada dirosakkan oleh hasad manusia yang bertindak tidak baik. Ia dijelaskan demikian di dalam Hashiah al-'Adawi 'ala Sharh Mukhtasar Khalil."




Nota : InshaALLAH, sekali bersahabat kerana Allah, kita tetap sahabat selamanya :). 'Better late than never', moga yang lebih baik menantimu :). Doa yang terbaik untukmu selalu :).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Don't JUDGE the book by its cover !

~ sns cerita tentang ~
Assalamu'alaikum wbt

Pagi yang sangat sejuk bertemankan hujan yang lebat dan angin yang kencang. Teringat bacaan lalu kisah Zun Nun (Ahli Sufi yang penuh dengan hikmah di sebalik kisah-kisahnya). Cuma apa yang hendak saya kongsikan kali tentang kepentingan penilaian terhadap sesuatu, andai kita tidak mahir tentang sesuatu eloklah kita berdiam dulu sebelum memberikan pendapat atau jawapan ...

Kisah Zun-Nun Al-Misri, Seorang Sufi

Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi yang masyhur bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya :

“Tuan, saya belum faham mengapa orang seperti anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di zaman yang ini berpakaian baik amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk tujuan banyak hal lain.”Sang sufi hanya tersenyum, ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata :

“Sahabat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Cubalah, bolehkah kamu menjualnya seharga satu keping emas”.

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu dan berkata :
“Satu keping emas ?
Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu”.
“Cobalah dulu sahabat muda. Siapa tahu kamu berhasil”, jawab Zun-Nun.

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak.

Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali kepada Zun-Nun dan memberitahunya :

“Tuan, tak seorang pun yang berani menawar lebih dari satu keping perak”.
Sambil tetap tersenyum arif Zun-Nun berkata :

“Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga. Dengarkan saja, bagaimana ia memberikan penilaian”.

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian memberitahu :

“Tuan, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar”.

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berkata :

“Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sahabat muda. Seseorang tak boleh dinilai dari pakaiannya. Hanya “para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar” yang menilai demikian. Namun tidak bagi “pedagang emas”. Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya dapat dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu perlu proses dan masa, wahai sahabat mudaku. Kita tak dapat menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.”

Nota : Jadilah bijak pada tempatnya, bukan menunjuk-nunjuk kepandaian, tak semua konteks situasi kita mampu menjadi orang yang mahir tentangnya! Renungan untuk diri sendiri terutamanya.

Jantung hatiku : Ya Allah, berikanlah kesembuhan kepada insan-insan yang amat aku sayangi :'(

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Indahnya musim salju

~ sns cerita tentang ~
Assalamu'alaikum wbt

Bertemu kembali, di kedinginan malam Jumaat kedua di tahun 1433H. Entry ke 3 untuk minggu ni. Rajinnya saya kemas kini blog tercinta ni kan? Compensate entry sebelum ni yang kurang signifikan untuk pembacaan umum. Baiklah, sedari awal pagi semalam, hampir 4kali saya terjaga dari tidur kerana kesejukan. Walaupun dah berpopia dalam duvet masih terasa sejuknya, maka berlakulah aksi-aksi bersin tanpa henti yang mengakibatkan hidung menjadi merah yang mengalahkan Sang Badut :P. Tidur pun memakai sarung tangan. Aish....

Tapi itu bukan poin utama perkongsian untuk kali ni, berbalik pada tajuk asal di atas. Ibrah atau pengajaran yang boleh dikutip, disimpan, diamal serta dipraktikan di kala musim musim salju ni sangat banyak. Begitu Ar-Rahman Sang Pencipta kepada kita, musim sejuk merupakan keadaan malam yang melebihi waktu siang. Bayangkan, seawal 4 petang langit sudah gelap. Dan matahari muncul sekitar jam 8 pagi. Subhanallah, seronok kalau dapat berbungkus sepanjang hari dalam duvet dan menikmati tidur kan? beri sedikit panjang waktu rehat, Subuh sekitar 6 - 6.30 pagi baru masuk. Jika terlewat bangun untuk qiamulail pun, jam 5.45pagi masih boleh laksanakan jugak kan? Bahkan Isya' pula masuk sekitar 5.30 petang. Makan malam pun selalu jam 7 atau 8.Jadi, agak lenggang dan santai untuk selesaikan ibadat sebelum melakukan aktiviti lain. Menarik kan?

Cuba tanya pada diri kita, bila disebut tentang musim sejuk, apakah yang terlintas? Saya pasti jawapannya mesti SALJI, kot tebal dan boots yang cantik & bergaya kan? Semua tu hanya fizikal saja, tapi ada 1 yang lebih penting iaitu nikmat untuk lebih mendekatkan diri dengan Allah. Allah izin, tempoh untuk solat malam lebih panjang bahkan dari sudut latihan 'diet' iaitu puasa juga lebih singkat. Bukankah ia sangat menyeronokan? Pasti kita akan rasa gembira dan bersemangat nak amalkan puasa sunat atau ganti atau nazar dan sebagainya. Nampak tak nikmat Allah beri selain nikmat sejuk dan nikmat salji tu?

Mari kita beristigfar dan tarik nafas dalam-dalam, dari kita mengeluh sejuk menyusuk ke tulang, lebih baik kita rebut anugerah dan hadiah Allah di musim sejuk ni. Ambil kesempatan dan menjadi orang yang tamak dalam mendekatkan diri dengan Allah Subhanahuwa ta'ala. Keluarlah dari kepompong keseronokan yang luaran saja yakni salji dan sebagainya tetapi ambillah keutamaan menjadi hamba yang lebih hampir dengan Allah sebagai ganjaran untuk diri sendiri.

Lagi satu, bila musim sejuk ni malas pun menjadi sahabat baik kita. Tetapi ada malas yang baik iaitu malas untuk kerap keluar (siang yang pendek) sekali gus memberi peluang menyimpan wang kahwin untuk kegunaan sendiri. Bahagiakan? Pandang sesuatu dari sudut positif, kita akan dapat yang positif. Begitulah sebaliknya. Jadi jangan merungut tentang sejuk saja, tapi belajarlah erti kesyukuran!
Sampai di sini dulu, mahu merehatkan mata :).

Nota : Moga jaulah ke Kota Cinta dipermudahkan :). Doakan perjalanan saya, pasti saya akan merindu =).

Jantung Hatiku : “Barang siapa yang membaca surah al-Kahfi pada Jumaat, nescaya Allah akan menyinari dirinya dengan cahaya antara dua Jumaat." (Hadis riwayat Baihaqi)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Syarat-syarat jika ingin melakukan dosa.

~ sns cerita tentang ~
Assalamu'alaikum wbt

Salam Saiyidul Ayyam pertama di tahun 1433H. Apa khabar iman dan kesihatan diri harini? Didoakan dalam keadaan yang cemerlang dengan izinNYA. Baiklah, memandang jadual Halaqah Cyber saya dan sahabat-sahabat berubah ke hari ni (Jumaat, jam 8.30pm), dan kebetulan dalam emel semalam tugasan saya minggu ini adalah untuk memberi Kullim / tazkirah ringkas selama 15 minit. Pagi ni usai Subuh tadi, menggoogle sedikit informasi yang boleh dibuat perkongsian. Baiklah saya kongsi di sini jugaklah.

Bicara Ahli Sufi dan Ahli Maksiat ; Ibrahim Bin Adham dan Jahdar Bin Rab'iah.

Nama lengkapnya adalah Ibrahim bin Adham bin Manshur al ‘Ijli. Ada yang mengatakan at Tamimy dan juga dikenal dengan Abu Ishaq al Balkhi. Meninggal tahun 162. Mungkin tidak ada yang banyak mengenal bahwa beliau adalah seorang pangeran dari Balakh. Seorang pangeran kaya raya dengan istananya yang megah gemilang. Kemegahannya saat itu belum ada yang menandinginya. Meskipun hidup bergelimang harta dan kekuasaan tidak membuat hati beliau lalai. Bahkan beliau terkenal sebagai orang yang taat beribadah dan sangat penyantun terhadap sesama terlebih kepada orang-orang miskin di negerinya.

Setiap Jum’at dikumpulkan para fakir miskin di depan istananya dan ditaburkannya uang dirham ke halaman istana. Ia juga gemar memberi hadiah bagi orang-orang yang dianggap berjasa serta memberi zakat dan shadaqah jariyah pada hari-hari tertentu.
Namun gemerlapnya dunia tidak dapat membuatnya bahagia dan tidak mampu menghadirkan ketenangan jiwa. Bahkan membuatnya hatinya dirundung gundah gulana. Hingga pada suatu malam, saat penghuni istana sedang tidur terlelap, dia meninggalkan istana dengan menyamar sebagai seorang papa. Baginya, kehidupan yang fana ini semakin diteguk semakin merasa haus. Akhirnya sang pangeran meninggalkan semuanya.

Pada suatu hari Ibrahim bin Adham didatangi oleh seorang lelaki yang gemar melakukan dalam kemaksiatan, sering mencuri, selalu menipu, dan tak pernah bosan berzina. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabi'ah. Ia meminta nasihat kepada Ibrahim agar dia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya. Dia berkata, "Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat. Tolong berikan aku nasihat dan cara yang terbaik untuk menghentikannya!"
Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata, "Jika kau mampu melaksanakan lima syarat yang ku berikan, Maka kau boleh melakukan maksiat."Tentu saja dengan penuh rasa keinginan nak tahu . Jahdar kembali bertanya, "Apakah syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?"

SYARAT PERTAMA:


Jika engkau melaksanakan atau melakukan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan Rezeki Allah," ucap Ibrahim. Mendengar itu Jahdar mengerutkan dahinya lalu berkata, "Lalu dari mana aku mahu makan? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rezeki Allah?"

"Benar," jawab Ibrahim dengan tegas. "Bila engkau telah mengetahuinya, masih pantaskah engkau memakan rezeki-Nya, sementara kau terus menerus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintahnya?". "Baiklah," jawab Jahdar tampak menyerah.

SYARAT KEDUA:

Kemudian apa syarat yang kedua?". "Kalau kau berbuat maksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya," kata Ibrahim lebih tegas lagi. Syarat kedua ini membuatkan Jahdar tambah terkejut. "Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?"

"Benar wahai hamba Allah. Kerana itu, fikirkanlah baik-baik, apakah kau masih pantas memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kau terus berbuat maksiat?" tanya Ibrahim."Kau benar Aba Ishak," ucap Jahdar kemudian. "Lalu apa syarat ketiga?" tanya Jahdar.


SYARAT KETIGA:

Kalau kau masih bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat tersembunyi yang tak terlihat olehNya. Syarat ini membuat lelaki itu terperanjat. "Ya Aba Ishak, nasihat macam mana ini? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?"

"Bagus! Kalau kau yakin Allah selalu melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rezeki-Nya, tinggal di bumi-Nya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya, pantaskah kau melakukan semua itu?" tanya Ibrahin kepada Jahdar yang masih tampak bingung dan terperanjat. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabi'ah tidak terkata dan membenarkannya. "Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakan sekarang apa syarat keempat?"


SYARAT KEEMPAT:


"Jika malaikat maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahawa engkau belum mahu mati sebelum bertaubat dan melakukan amal saleh." Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyedari semua perbuatan yang dilakukannya selama ini. Dia kemudian berkata, "Tidak mungkin... tidak mungkin semua itu aku lakukan."

"Wahai hamba Allah, bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan cara apa kau dapat menghindari kemurkaan Allah?" Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya syarat yang kelima, yang merupakan syarat terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasihat kepada lelaki itu.


SYARAT KELIMA:


Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat nanti, janganlah kau ikut bersama dengannya dan menjauhinya!" Lelaki itu nampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasihatnya. Ia menangis penuh penyesalan dan keinsafan. Dia berkata sudah pasti malaikat tidak akan membiarkan aku menolak keputusannya. Dengan wajah penuh sesal ia berkata,

"Cukup…cukup ya Aba Ishak! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah."
Jahdar memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyu'.
__________________________________________________________

Setiap hari bila membaca berita-berita di akhbar online, tak pernah TIADA kisah tanpa perbuatan keji, khianat dan maksiat. Semoga kisah di atas, sedikit sebanyak memberi kita keinsafan dan pengajaran untuk tidak melakukan kejahatan di muka bumi Allah. Tiada satu pun hak milik kita melainkan Allah yang punya.


“Bumi yang tiada rimba, seumpama hamba,
dia dicemar manusia yang jahil ketawa”

Ingat bait-bait lirik itu? Hm, Bumi di dalam genggaman tangan kita sekalipun, ia masih kepunyaan ALLAH.
Saya akhiri entry kali ini dengan sebuah lagu daripada Rabbani. :)



Jantung Hatiku : Jangan angkuh, sombong dengan apa yang kita ada!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nisa' ...Kau Istimewa!

~ sns cerita tentang ~

Perempuan, gadis dan wanita...
Sebutnya berbeza, zahirnya serupa...
Ditafsirkan lemah bukan seluruhnya...
Lembut, sopan dan santun,
akrab sifat mereka,
Tapi, tangan yang menghayun buaian itu,
Bisa menggoncang dunia!

Mengapa kami dizalimi?
Mengapa kami disakiti?
Mengapa kami 'dikotori'...
Hina
Sungguh hina sifatmu menghancurkan kami...
Sungguh keji batinmu mengkhianati kami...
Persetan kau LELAKI yang perhambakan NAFSU serakahmu..
Kau pembunuh jiwa suci kami..
Kau racuni 'keindahan' kami...
Kau murahkan harga MAHAL kami sekelip mata....

Kalian baca surat khabar harini? Kisah abang kandung 'meratah' kesucian adik-adik sendiri. [Tekan : Tak Tahan diratah abang]. Astagfirullah 'al-azim, mengucap panjang bila terpampang berita utama akbar tabloid tu.

Wanita itu terlalu istimewa sehingga diperjelaskan banyaknya dalam surah An-Nisa. Jangan sakiti mereka kerana dalam tafsir An-Nisa' ayat 34 yang bermaksud " kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita kerana Allah melebihkan sebahagian mereka (kaum lelaki) atas sebahagian yang lain (kaum wanita) dan kerana mereka (lelaki) telah menafkahkan sebahagian daripada harta mereka. " Lelaki memimpin wanita bukan hanya pada manusia, tetapi haiwan juga sama. Lihat saja haiwan jantan memimpin haiwan betina dan seluruh anggotanya.

Harapkan abang, abang baham adik. Jangan disalahgunakan 'harapkan pagar, pagar makan padi', pagar dan padi tak bersalah, bila padi dimakan burung petani mampu menuai padi semula tetapi bila kesucian adik/kakak diragut abang maka tiada gantinya.

Dalam konteks 'percintaan' pula, pesta zina bermaharajalela. Buktinya, lihat sajalah peratusan bayi dibuang merata, dibunuh dan digugurkan sewenang-wenangnya. Allah menjelaskan dalam Surah Al-Israa' (17 : 32)


"Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya ia adalah suatu kecelaan dan seburuk-buruk jalan pilihan manusia."

Zina bukan semata melakukan maksiat (cumbu dan persetubuhan tanpa ikatan perkahwinan), bahkan dari setiap sudut yang membawa ke arah zina tu harus ditambus dengan perkukuhkan hati dan iman. Antaranya ...

1) Menjaga pandangan mata
- Dari mata turun ke hati. Di situ cinta bersemi. Dari mata nasfu mula meronta-ronta meminta bukti kasih cinta sejati.
Pujuk rayu ditambah ramuan Syaitan Latnatullah mula menyingkap setiap mata yang memandang lantas mata yang harus ditundukkan gagal dilaksanakan.

"Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada pandangan yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka ; sesunggunya Allah amat mendalam pengetahuannya tentang apa yang mereka kerjakan." [An-Nur 24:30]

2) Menjaga aurat
- Menutup anggota badan mengikut syariat yang ditetapkan, baik lelaki mahupun wanita. Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk badan yang ditampilkan atau ikalnya rambut mengurai tetapi keCANTIKan seorang wanita itu dilihat dari baik hatinya, luhur budi dan solehah pekertinya.
Mari sama-sama menjaga harga diri kita

__________________________________________________________

Saya wanita, tidak sempurna hanya gadis desa yang rompong sini sana.Mungkin sedang berusaha membaikpulih diri yang kadang kala beralun perjalanan hidupnya. Namun saya bersyukur, punya seorang abang yang baik, penyayang dan sangat protektif terhadap adik tunggalnya. Zahirnya, belum pernah ungkapan sayang tu terdengar tapi cukup dengan merasa. Begitu jugalah dengan cinta, kadang kala tak perlu diluahkan tapi ia sudah mampu dirasai, tak perlu dibalas tapi sudah membahagiakan.
Terima kasih buat abang yang terbaik buat adiknya ini....
Ini abang terbaik saya :)
Bak kata dia, mahukan saya?
Kena 'filter' oleh dia dulu...
Jangan bermain-main nanti maut jadinya...

Saya bukan pungguk rindukan bulan
Saya hanya perindu di tepi jendela
Menanti yang indah
Tanpa sebuah hayalan

Buat Wanita.... " Wanita....Istimewa " FeelHoney
[sudah jatuh hati dengan lagu ni]

Rawat hatinya
Beri dia cinta
Jangan sekali-kali kau sakiti dia
Kerna hatinya mudah kecewa
Oleh cinta yang penuh berpura-pura

Duhai Arjuna
Sayangi dia
Kerna wanita dicipta untuk dicinta
Jangan cemarkan harga dirinya
Kerna dia juga masih punya cita

Dalam dirinya penuh airmata
Jagalah ia dengan sepenuh jiwa
Jangan pernah kau dustai dia
Wahai arjuna sedarilah
Kerna wanita berhak untuk bahagia
Bukan dicipta untuk selalu derita
Sayangi dia cintakan dia
Kerna wanita....Istimewa



Jantung hatiku : Jangan jadi kuli cinta manusia, bermati-mati mahu buktikannya sedangkan CINTA ALLAH, RASUL dan AGAMA hampa dan kecewa.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

anti - depressant bukan ubat semata-mata

~ sns cerita tentang ~
Assalamua'laikum wbt

Ramadhan 14 : Hampir separuh Ramadhan telah berlalu. TT____TT. Banyak sungguh lalai dan alpa tapi Engkau Ya Rahman Ya Rahim belum pernah sekalipun lupakan hambaMu. TT____TT.

Salah seorang sahabat baik saya pernah kata pada saya 'kamu ni ubat anti-depressant, sangat ketagih dengan status kamu' (baca : status di FB). Itu mungkin sekilas pertolongan atau dalam erti kata lain bantuan tanpa diminta dan secara natural saja. Kadang kala kita tak tahu yang sebenarnya dalam diam kita boleh dan mampu membantu orang lain. Manusia itu paling sempurna ciptaanNYA, pelbagai ragam cara dan rasa. Memang, selalu kita terfikir untuk menjadi yang terbaik untuk teman-teman kita tapi sedarkah kita, dalam kadang kala itu sebenarnya KITA LANGSUNG TAK DIPERLUKAN dan TIDAK MEMBERI APA-APA KESAN serta MAKNA buat mereka. Ingatlah, bukan semua konteks masalah mereka, kehadiran kita diperlukan.Jalan yang termudah, titipkan doa buat mereka dan biar mereka tak tahu tetapi ALLAH MAHA TAHU apa yang di hati.Jalan menuju ke ALLAH terlalu luas!
Benar, ada manusia hidup dengan 'instinct' atau naluri. Ada kala kita boleh 'merasai' kesedihan teman rapat kita walaupun tanpa dia membuka bicara melontarkan kata. Jangan mudah melatah dan bersangka buruk jika sedikit perubahan berlaku dalam sesebuah silaturrahim kerana dia juga perlukan masa untuk muhasabah diri atas musibah yang menimpa. Biarlah dia yang meluahkannya dahulu dan andai bisa memberi bantuan, ikhlas dan bantulah sedaya mungkin tetapi bukan semuanya memerlukan bantuan material tapi kebanyakan lebih kepada spiritual atau rohani serta semangat untuk terus yakin dengan ALLAH.

Buat teman-teman, terima kasih memberi serta meletakkan diri ini antara sahabat kalian untuk berkongsi suka duka bersama sebagai pemanis dan warna warni kehidupan. Maaf kiranya belum mampu memberi apa yang diharapkan kerana saya sendiri kadang kala tak tahu apa yang harus dilakukan. Cuma, marilah berpegang pada janji DIA dan jangan lekas mengeluh dan curiga dengan ujian yang menimpa. Husnuzzonlah ya! Jangan bertanya mengapa, tapi singkaplah hikmat dibalik semuanya.

1) Kenapa aku diuji?
- "Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan 'kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji lagi?' Dan sesungguhnya, kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yang benar dan Dia mengetahui orang-orang yang dusta. " ( Al-Ankabut : 2-3 )

2) Mengapa aku tidak mendapat apa yang aku inginkan?
- " Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. " ( Al-Baqarah : 216 )

3) Kenapa ujian seberat ini?
- Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. " ( Al-Baqarah : 286 )

4) Rasa kecewa
- " Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya jika kamu orang-orang yang beriman. " (Ali Imran : 139 )

5) Bagaiamana aku harus menghadapinya?
- " Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap sedia dan bertaqwa kepada Allah supaya kamu beruntung. " (Ali Imran : 200)

6) Apa yang kau dapat dari semua ini?
- " Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan memberikan Syurga untuk mereka." ( Al- BAqarah : 45 )

7) Kepada siapa aku berharap?
- " Cukuplah Allah bagiku tiada Tuhan selain DIA, kepadaNYA aku bertawakkal dan DIA adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang Agung. " ( At-Taubah : 129 )

8) Aku tak dapat bertahan lagi
- " Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah kerana sesungguhnya tiada berputus asa dari Rahmat Allah melainkan orang kafir. " ( Yusuf : 87 )

Belajar erti redha, sejujur bibir melafaz kata redha dan setulus hati menerima segalanya. Terlalu banyak telah ALLAH berikan, DIA cuma mengambil sedikit nikmat dari kita yang sememang milik DIA yang dipinjamkan saja untuk kita dan DIA jugalah yang akan memberi nikmat yang lebih baik dari apa yang DIA ambil itu.
__________________________________________________________
Purnama begitu indah malam tadi, segak bergaya tinggi di awan sana. Bagi mereka yang menghargai indanya dia, tentu terasa kerdilnya diri di hadapanNYA. Allah beri bulan menerangi malam gelap supaya secebis nur nya sungguh menenangkan.
Beginikah bentuk asalnya?
Kamu tetap indah walau separa
Ini salah satu anti depressant saya :)
Sampai di sini dulu rentak jari saya menari, yang baik ambil sebagai pedoman yang buruk jangan segan untuk menegur dengan berhemah. Titipkanlah secebis doa yang baik-baik untuk semua teman kalian begitu juga saya.Cuba baca header atas tu....:) Permulaan yang pahit, insyaALLAH akan berakhir dengan manis tetapi masam juga boleh menjadi penawar yang pahit dan mengurangkan yang manis.
Nota : Arina, K.Noi, K.Izz ----> sudah gatal-gatal nak join wordpress ni :p. Adoiyai
Jantung hatiku : Jadilah pendengar yang baik samada kecil mahupun besar isunya, jangan prejudis melulu hingga binasa diri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Its benign tumor !! Alhamdulillah....Thanks Allah

~ sns cerita tentang ~
Assalamua'laikum wbt...

Alhamdulillah, last Friday ( April 2nd) my dad has been transferred from ICU to ward Zone 2 [A376 : duet ward] but then on next day, nurses changed him to room A353 [personal room, psssst like a 5star hotel :D]. Alhamdulillah, after almost 2weeks in a stage of 'suffer' Allah gives some present to him, to my mum and to us! Allamdulillah, praise to HIM.
Ok, i just want to update about my dad's report.

Clinical History : Huge medialstenial mass....
Diagnosis : Benign, spindle cell epithelial thymoma.

Macroscopic description [specimen designated ------> mediastinal mass].
= specimen consists of a relatively well encapsulated nodular mass weighing 488g. Serial sections show a mostly solid tumour with lobulated soft whitish surface and showing central areas of haemorrhagic cystic degenaration. No significant calcification seen. No other organ structure seen. Representative sections were submitted into 5 blocks with the capsule included.

Microscopic description
= representative sections show a well, encapsulated lesion of thymic tissue, made predominantly of spindle shaped cells, arraged in fascicles, wavy pattern and irregular crisscross arrangement, along with focal areas showing round to oval plump epithelial cells with indistinct cytoplasmic margins, vesicular nuclei and fine chromatin clumping. Mitotic figures are minimal. Blood vessels within appear congested. Focal areas of cystic change are also noticed. The capsule appears fibrotic and thickened in many areas. Lymphocyte population is sparse and significantly seen towards the periphery. No nuclear atypia or necrosis is discernable.
Encapsulated thymoma. Cut surface of an encapsulated thymoma demonstrates a pale tan, bulging, and irregularly lobulated surface. Fibrous septae which subdivide the tumor substance are contiguous with the capsule. [this is not my from my dad, but similar ]

Conclusion : No malignancy noted. * Bernatz classification and can be designated as type " A " thymoma.

I'm sorry if some of you cant understand what i've jotted here. Any doubt, feel free to ask me =). I feel so glad to see my dad is getting better now and he could inhaled the spirometer til 1000cm.
Its such a big success to him but of course his lung not really nice expand [tak berapa cantik lagi pengembangan paru-paru]. Ok, i just wanna to update about my dad. See you next time, there's always have next time insyaAllah. At last i could breaths nicely =). Lega sangat tau!! Jaga kesihatan tau semua. Saya doakan semua yang membaca di sini diberikan kesihatan yang baik-baik saja.

Note 1 : Maybe in these few days, abah will discharge from IJN and has to go to HKL for platting his left humerus bone!

Note 2 : Alhamdulillah, berlapang dada kerana sekaligus sudah membuat 'confess' kepada kamu. Alhamdulillah....At least i've done my best. Thanks Allah........

Jantung hatiku : Pintaku agar bahagia ini berkekalan ya Allah.Pintaku moga Kau perkenankan doaku.Rayuku tetapkan hati-hati kami terus di landasanMu.......

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

doa sebuah senyuman

~ sns cerita tentang ~
Assalamua'laikum wbt...

Location : far away from the polluted Metropolitan KL. Dont ask where but some place where i feels so calm and peaceful indeed.

Temp : pretty cool [tremor..grrrr].. heart is freezing temporary




Doa ketika ditimpa sesuatu yang tidak disukai
" Allah sudah mentakdirkan (menentukan) sesuatu yang dikehendakiNYA."

" Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah dari mukmin yang lemah. Kedua-duanya baik. Bersungguhlah melakukan perkara yang bermanfaat kepadamu. Minta tolonglah kepada Allah dan jangan lemah."

Apabila kamu ditimpa sesuatu kesusahan, jangan berkata : 'Seadandainya aku berbuat begini... dan begini...'tapi berkatalah : 'Allah sudah mentakdirkan (menentukan) sesuatu yang dikehendakinya'. Sesungguhnya perkataan 'Kalau/Seandainya' akan membuka pintu bagi gangguan syaitan.


Doa ketika dukacita dan sedih
Maksud ;
Ya Allah, Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak kepada hambaMu, anak kepada hamba perempuanMu, ubun-ubunku di tanganMu, terlaksana ke atasku hukumanMu dan adil kehakimanMu terhadapku, aku memohon kepadaMu dengan setiap nama yang Engkau namakan dengannya diriMu, atau Engkau turunkan di dalam kitabMu, atau Engkau telah mengajarnya kepada seseorang daripada makhlukMu atau yang tersembunyi pada ilmu ghaib di sisiMu,jadikanlah Al-Quran penenang hatiku, cahaya di dadaku, penghapus kedukaanku dan penghilang kesusahanku.

Maksud ;
Ya Allah, aku berlindung denganMu daripada ditimpa kesusahan dan kedukaan dari kelemahan dan kemalasan, daripada kedekut dan perasaan takut dan daripada desakan berhutang dan paksaan orang.

Hikmah berdoa... Dipetik dari : doa harian

1.) Pelindung dan senjata kepada orang mukmin dari godaan dan hasutan syaitan serta dari kejahatan manusia.

2.) Dengan berdoa akan meningkatkan lagi
ketaqwaan dan kekuatan iman seseorang mukmin.

3.) Allah amat mengasihi dan menyukai akan hamba-hambaNya yang selalu berdoa dan meminta sesuatu kepadaNya.

4.) Dengan berdoa akan mententeramkan jiwa, menjadi
penawar dan penenang kepada hati yang bersedih. Firman Allah ; "ketahuilah dengan mengingati Allah, hati akan menjadi tenang." [Surah Ar-Ra'du, ayat 28]

5.) Berdoa adalah ubat penyembuh bagi segala jenis penyakit yang ada pada diri manusia sama ada zahiriah mahupun penyakit batiniah.


6.) Doa merupakan penghubung di antara anak dengan kedua ibu bapa yang telah meninggal dunia maka doa dari anak-anaknya yang soleh amatlah dinantikan untuk mendoakan kesejahteraan mereka di dalam kubur. Bersabda Rasulullah ; "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka putuslah semua amalannya melainkan 3 perkara iaitu : sedekah jariah, ilmu yang manfaat dan anak yang soleh yang (sentiasa) mendoakannya." [H.R. Bukhari dan Muslim].
~Allahummaghfirli waliwalidayya warhammhuma kama Rabbayani saghira~

7.) Dengan berdoa Allah akan membukakan pintu rahmatNya kepada manusia. Bersabda Rasulullah ;" Doa itu adalah anak kunci kepada pintu rahmat" [H.R. Ad-Dailami]

8.) Doa adalah penghubung dan pengikat tali persaudaraan dan kasih sayang di antara sesama mukmin. Bersabda Rasulullah ; "Doa seseorang mukmin terhadap saudaranya (mukmin) secara diam-diam, pasti diperkenankan oleh Allah." [H.R.Muslim]

--------------------------------------------------------------------------

There's nothing i can do accept A PRAY to HIM seeking for a FORGIVENESS, a HOPE, a GOOD SPIRIT, a STRONG HEART , a HAPPINESS and a BIG SMILE.

Rahmat Allah tak terjangkau luasnya...
KasihNya belum pernah kering
Tak mungkin berkurang
Walau dosa semakin menggunung..
Biarkan hati sentiasa berombak resah dengan dugaan
Jangan kedekut memohon dariNya Yang Maha Pemurah...

Nota : Akan kembali ke 'dunia sibuk' pada 25.2.2010. Kepada yang mencari, insyaAllah saya ada cuma seminggu ni saya inginkan sepenuh rehat yang maksima sebelum ke aktiviti yang sangat penuh.Ajarkan saya bagaimana untuk terus mengukir senyuman....

Jantung hatiku : Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim...Jika kebahagiaan qalbi itu sukar dimiliki atas khilafku sendiri, Kau redhakan aku dan tenangkan hatiku menerima agar aku tak jauh dari landasanMu.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

saiyidul ayyam

~ sns cerita tentang ~
Assalamua'aikum

Bismillahirahmannirrohim.Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w. serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya.
Alhamdulillah,hari yang indah, penghulu segala hari ditambah dengan cuaca yang sungguh tenang. Panas yang tak terasa terlalu bahang, dan terjadi gerhana matahari juga petang tadi.Malangnya, saya berada di salah sebuah pusat rawatan Islam dan tidak berkesempatan nak menyaksikan kehebatan DIA Yang Maha Kuasa.What can i say..em, tak rezeki ada urusan yang lebih penting tapi memang ralat tak tak dapat lihat.
Saya dalam keadaan yang makin tertekan, lepas 1-1 perkara yang kurang mengembirakan berlaku. Ahad lepas, mata kanan saya terhempap besi buaian. Sakitnya, Allah sajalah tau. Masa tu, saya nak amik telekung yang disangkut di almari. Tak semena semasa mencapai telukung, gedebuk jatuh benda alah tu ke saya dan mengena tepat kelopak mata kanan saya. Diam seketika, dan terus saya merangkup muka ke atas katil dan kemudian mak masuk ke bilik bertanyakan tentang bunyi benda jatuh. Saya terus pandang mak bagitau besi jatuh, kena mata dan mak kata mata saya berdarah.Dalam hati sebenarnya ingat kena tepat ke dalam mata, alhamdulillah, hanya kelopak mata yang kena dan terkoyak lalu bergesel ke mata dan pipi.
Nak nangis pon tak boleh sebab air mata memang mengalir je pada mata kanan tu, merah mata putih di bahagian atas. Hampir 30mins tahan,baru saya solat.Walaupun sering ke hospital, saya juga sangat penakut jarum.huhu. Dan, untuk menghentikan pengaliran darah, saya ambil ais dan tuam ke mata kanan tu.Alhamdulillah, bengkak dan darah tu berhentilah.hihi (dan tak kena jahit pon :P , horray!!)
Kerana keadaan mata ni jugalah, saya batalkan urusan pasport saya hingga kini masih tinggal sedikit bekas-bekas luka.

saya sangat takut kena jahit sebab lukanya dalam dan agak banyak darah keluar

Yang ni pula kisah shoutbox, tak perlu bercerita panjang baca dari shoutbox saya sudah cukup.
Apa yang saya nak tekankan saya sangat malu yang melampau! Kalau hanya di blog saya takpalah,saya boleh terima tapi JANGAN MEMALUKAN SAYA di tempat lain. Apa salah saya? Saya ada perasaan.Ya Allah, saya tak tahu mengapa perjalanan 2010 saya bermula dengan sangat teruk.Belum selesai setiap satu pon, bertambah lagi 1. Saya tau saya perlu bersabar dan banyak sangat ucapan-ucapan sabar yang saya terima tapi...Lupakan sajalah.

Saya perlukan ketenangan, bukan hamparan yang penuh debu-debu yang menyakitkan saya.
Surah Al-Insyirah 94:5-6 --> Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Ayuh, membaca al-mathurat bagi melegakan rasa hati yang dilanda gundah.Pelbagai kelebihan yang kita dapat antaranya
1. Tidak dihampiri syaitan
2. Rumah dan keluarganya terselemat dari perkara yang tidak diingini.
3. Allah mencukupkannya apa yang sangat diperlukan dari urusan dunia dan akhirat.
4. Orang yang membacanya kemudian dia mati pada hari atau malam tersebut maka Allah akan menjamin untuknya syurga.
5. Selamat dari segala sesuatu.
6. Allah menyempurnakan nikmatnya ke atas orang yang membacanya.
7. Allah berhak untuk meredhainya
8. Tidak ada sesuatu yang mendatangkan mudarat ke atasnya.
9. Terhindar daripada syirik.
10. Selamat dari bisa atau sengatan semua makhluk yang beracun.
11. Dimudahkan menyelesaikan hutang-hutang.
12. Berhak untuk mendapat syafaat pada hari kiamat.
13. Sesiapa yang membaca di waktu pagi,akan dipelihara oleh allah hingga ke waktu petang.Dan sesiapa yang membacanya di waktu petang akan dipelihara hingga ke waktu pagi.
14.Mengamalkannya umpama mengamalkan Sunnah Rasulullah dari sudut zikir dan berdoa, dan berbagai lagi kelebihan.
Nabi SAW merupakan insan yang paling tahu mengenai Tuhannya. Ia telah mengajarkan kepada kita ungkapan-ungkapan yang cukup indah dan mendalam dalam bentuk zikir, doa, syukur, tasbih dan tahmid dalam setiap keadaan, dalam urusan yang kecil, besar, mulia dan hina. Rasulullah (s.a.w.) sentiasa mengingati Allah dalam setiap keadaan. Justeru ayuh wahai saudara Muslimin supaya mencontohi sunnah nabi, mengamal dan menghafal zikir-zikir yang diajar oleh nabi (s.a.w.) sebagai cara untuk menghampirkan diri kepada Allah.


Nota : Bukan saya nak ambil peduli tentang shoutbox saya, tapi terkilan bila di satu blog dia memalukan saya! Sungguh, saya sangat-sangat ambil peduli bilamana pemilik blog itu agak dikenali.hurm..
p/s : SAYA BERKESEORANGAN MALAM NI.KAKAK OUTSTATION. Takut.Takut.Takut.Urusan universiti dan passport masih belum selesai.(doh)..
Jantung hatiku : Janganlah bersedih jika apa yang kita pinta tidak dimakbulkan Allah lagi. Sebaliknya rasalah bersyukur kerana Allah memilih kita untuk terus mendengar suara kita sebagai suara hamba yang selalu ingat kepada-Nya.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS